Namanya juga kontraktor dimana project ada disana harus siap pindah. Setelah 3 tahun menempati hampir 3 tahun, akhirnya pindah juga untuk suasana baru. Setelah pilih hari baik akhirnya dapat hari sabtu tanggal 17 Juli 2010. Lebih kecil dari rumah yang lama. Kalau rumah yang lama 20 x 30 meter, rumah baru 11 x 18meter. Dan rumahnya juga kecil, sehingga istri saya bisa tiap jam nyapu rumah, dan anak-anak bisa tiap jam ngacak-acak rumah. Rencana kolam lele 3000 ekor penanaman kedua di rumah lama kalau panen untuk pesta kebun alias bakar-bakar (biarpun yg ada kebun rumput). Stop dulu karena mentok masuk ke kolam lele 3 ekor. Kayaknya perlu dibuat menu tambahan mentok bakar, rica-rica mentok, pecak mentok...hmm. Harus dipikir lagi yg punya mentok anak saya Bima njerit-njerit.
Senin, 23 Agustus 2010
Pindahan Rumah
Namanya juga kontraktor dimana project ada disana harus siap pindah. Setelah 3 tahun menempati hampir 3 tahun, akhirnya pindah juga untuk suasana baru. Setelah pilih hari baik akhirnya dapat hari sabtu tanggal 17 Juli 2010. Lebih kecil dari rumah yang lama. Kalau rumah yang lama 20 x 30 meter, rumah baru 11 x 18meter. Dan rumahnya juga kecil, sehingga istri saya bisa tiap jam nyapu rumah, dan anak-anak bisa tiap jam ngacak-acak rumah. Rencana kolam lele 3000 ekor penanaman kedua di rumah lama kalau panen untuk pesta kebun alias bakar-bakar (biarpun yg ada kebun rumput). Stop dulu karena mentok masuk ke kolam lele 3 ekor. Kayaknya perlu dibuat menu tambahan mentok bakar, rica-rica mentok, pecak mentok...hmm. Harus dipikir lagi yg punya mentok anak saya Bima njerit-njerit.
Jumat, 20 Agustus 2010
Mohon maaf 4Shared.com hilang dari peredaran
Senin, 16 Agustus 2010
Software 3D untuk Disain Rumah
Setelah sekian lama ingin mendisain rumah masa depan, aku mencari-cari software yang bisa mengakomodir:
- Disain di atas tanah (Rumah, furniture dll)
- Disain bawah tanah (Plumbing, kolam, sumur dll)
Berapa kali ganti software akhirnya baru-baru ini aku menemukan software yang simple dan gratis lagi. Nama softwarenya google sketchup besar file 37MB. Intinya adalah memanipulasi bidang dengan berbagai macam tools yang sangat membantu untuk akurasinya. Daripada belajar dulu autocad baru mendisain sesuatu, software ini menawarkan sesuatu yang Fun hingga Fantastic, hanya imaginasi kita batasannya.
Minggu, 01 Agustus 2010
Beternak Lele Dumbo dan Sangkuriang





Di sela kesibukan mengurusi pekerjaan kantor, aku mencoba membuat kolam lele di halaman belakang rumah kontrakkan. Mulai hari jumat hunting bahan terpal, kayu, paralon dan paku. Pilihan adalah kolam lele di terpal karena supaya kalau meninggalkan rumah kontrakan tidak harus menimbun lagi tanah galian. Bahan semua sudah tersedia, tidak tanggung2 yang membangun mulai dari driver, supervisor sampai site manager bahu membahu membangun kolam terpal. Setelah selesai di hari sabtu sore aku mengisi dengan air sumur mulai dari jam 4 samapi jam 8 malam (maklum kran pakai metode gravitasi).
Singkat cerita hari minggu menunggu di bandara Pekanbaru, untuk mengambil pesanan lele sangkuriang dari Jogja sebanyak 12,000 ekor. Akhirnya barang datang dan masih harus menempuh 3 jam perjalan dari Pekanbaru ke Duri. Aku sempatkan mampir ke toko kolam untuk mengganti oksigen dan ke rumah teman untuk mengganti air. Akhirnya sampailah ke duri, ikan aku bagi 2 untuk teman istriku. Dan penebaran lele pun dimulai 6,300 ekor aku tebar di kolam 5x4meter. Dengan gembiara lele berenang, hatipun terasa riang. Keesokan harinya aku dibangunkan oleh istriku, memberitahu bahwa lele 90% mati. Akhirnya anakku Bima dan Krisna menjadikan kolam lele menjadi kolam renang. Dan berpestalah para angsa dan mentok dan juga ayam makan lele sangkuriang.

Rabu, 06 Januari 2010
Piping dan Fitting Data Untuk Estimasi
Kesempatan kali ini saya mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2010 dan 1 Suro”
Untuk keperluan estimasi piping ku ada software yang bisa dipakai, silakan sedot di sini
Senin, 16 November 2009
Jumat, 13 November 2009
Catatan Kecilku Belajar Trading 2 (Belajar dari Kang Bejo dan Kang Slamet)
Alkisah ada 2 orang namanya kang Bejo dan Kang Slamet. Mereka lagi bermain dengan uang koin dengan 2 sisi yang satu gambar burung dan sisi yang satu adalah angka. Peluang muncul burung adalah 50% dan peluang muncul angka adalah 50%, jadi total peluang adalah 50% + 50% menjadi 100%. Mereka masing-masing punya uang 10,000 rupiah, jadi mereka bertaruh kang Bejo pasang gambar burung dan kang Slamet pasang gambar angka. Mereka memasang 1000 rupiah mereka sebagai taruhan. Kalau menang mendapat 1000 rupiah dan kalau kalah hilang 1000 rupiah. Untuk permainan ini HARAPAN = PROBABILITAS MENANG X JUMLAH MENANG – PROBABILITAS KALAH X JUMLAH KALAH.
Kita coba hitung HARAPAN POSITIP dari permainan ini 50% Probabilitas Menang x 1000 rupiah kalau menang menjadi 50% x 1000 samadengan 500 rupiah. HARAPAN NEGATIP sama dengan 50% Probabilitas Kalah x 1000 rupiah kalau kalah hasilnya 500 rupiah. Harapan total dari permainan ini HARAPAN = HARAPAN POSITIP – HARAPAN NEGATIP = 500 – 500 = 0. Jadi dari 1000 rupiah yang diresikokan harapan mendapat keuntungan adalah 0.
| Permainan | Peluang | Peluang | Rata2 | Rata2 | Harapan | Harapan Negatip | Total Harapan |
| 1 | 50% | 50% | 1000 | 1000 | 50% x 1000 = 500 | 50% x 1000 = 500 | 500 – 500 = 0 |
Sedikit ilmu Statistik jika kita melakukan lemparan koin probabilitas muncul gambar burung semakin valid jika jumlah lemparannya semakin banyak. Misalkan dalam 5 lemparan bisa jadi lima-limanya muncul gambar burung jadi kita simpulkan PROBABALITAS/ PELUANG = Banyak lemparan Gambar Burung dibagi Jumlah lemparan = 5 / 5 = 1 (WoW Peluangnya 1). Kita naikkan jumlah lemparan menjadi 100 kali. Maka banyak lemparan maka nilai peluangnya semakin mendekati kenyataannya, dan jumlah lemparan identik dengan populasi.
Besoknya kang Bejo dan Slamet ketemu lagi dan oleh kang bejo gambar burungnya dikasih timah sehingga peluang muncul gambar burung menjadi lebih besar menjadi 60%. Kalau kang bejo bertaruh di gambar burung maka harapannya kang Bejo adalah sebagai berikut;
| Permainan | Peluang | Peluang | Rata2 | Rata2 | Harapan | Harapan Negatip | Total Harapan |
| 1 | 60% | 40% | 1000 | 1000 | 60% x 1000 = 600 | 40% x 1000 = 400 | 600 – 400 = 200 |
Sekarang harapan mas Bejo menjadi positip 200, artinya dari 1000 rupiah yang dipertaruhkan harapannya adalah mendapat 200 rupiah.
Apakah peluang menang lebih besar adalah segalanya?
Kang Bejo dan Kang Slamet tolong istirahat sebentar! Kita coba lebih sederhanakan angka dasarnya menjadi angka 1 (satu)
Permainan-1
| Permainan | Peluang | Peluang | Rata2 | Rata2 | Harapan | Harapan Negatip | Total Harapan |
| 1 | 60% | 40% | 1 | 1 | 60% x 1 = 0.6 | 40% x 1 = 0.4 | 0.6 – 0.4 = 0.2 |
Dari 1 (satu) unit yang dipertaruhkan harapan mendapat 0.2 unit.
Oke sekarang Permainan-2
| Permainan | Peluang | Peluang | Rata2 | Rata2 | Harapan | Harapan Negatip | Total Harapan |
| 2 | 20% | 1 | 0.2 | ||||
| 10% | 5 | 0.5 | |||||
| 3% | 10 | 0.3 | |||||
| 3% | 20 | 0.6 | |||||
| 50% | 1 | 0.5 | |||||
| 10% | 2 | 0.2 | |||||
| 4% | 3 | 0.12 | |||||
| 36% | 64% | 36 | 6 | 1.6 | 0.82 | 0.78 |
Dari 1 (satu) unit yang dipertaruhkan harapan mendapat 0.78 unit. Peluang menang permainan-2 lebih kecil daripada permainan-1, tetapi harapan permainan-2 4 (empat) kali lebih besar daripada permainan-1 (0.78 dibagi 0.2 setara dengan 4). Jadi sistem trading yang banyak benarnya bukan jaminan harapannya menjadi positip atau besar.
Bagaimana pengaruh besar taruhan terhadap Modal?
| Nomer | Modal | Taruhan | Jumlah Kekalahan | Modal Sisa | Jumlah Menang supaya BEP* | Prosentase (Menang/taruhan) |
| 1 | 100 | 100 | 100 | 0 | 100 | 100% |
Kang Bejo menaruh semua uangnya untuk taruhan, dalam putaran pertama kalah 100, maka kang Bejo hilang semua modalnya sehingga peluang dia untuk mendapatkan kembali modalnya adalah “NOL BESAR”. Dalam permainan sangatlah mungkin dalam 5 putaran pertama kita kalah terus.
Kang Slamet main tetapi dengan aturan kalau kalah dia akan taruhan separo (50%) dari modalnya, hasilnya sebagai berikut:
| Nomer | Modal | Taruhan | Jumlah | Jumlah Menang supaya BEP* | Prosentase (Menang/taruhan) |
| 1 | 100 | 50 | 50 | 50 | 100% |
| 2 | 50 | 25 | 25 | 50+25= 75 | 300% |
| 3 | 25 | 12.5 | 12.5 | 75 + 12.5= 87.5 | 700% |
| 4 | 12.5 | 6.25 | 6.25 | 87.5 + 6.25= 93.75 | 1500% |
Kesimpulannya adalah jumlah taruhan harus sekecil mungkin sehingga HARAPAN bisa tercapai dalam jangka waktu taruhan atau trading yang cukup lama.
Seberapa sering sistem kita memberikan sinyal trading dalam satu bulan?
Kita coba mengingat Permainan-1 dan Permainan-2 di atas, misalkan dalam satu bulan sistem permainan-1 memberikan sinyal untuk melakukan trading 60 kali, sementara Permainan-2 memberikan sinyal untuk melakukan trading 12 kali, manakah yang lebih baik, kita lihat di bawah ini:
| Permainan | Taruhan | Harapan | Jumlah Trading dalam 1 bulan | Earn |
| 1 | 1 | 0.20 | 60 | 0.20 x 60= 12 |
| 2 | 1 | 0.78 | 12 | 0.78 x 12= 9.36 |
Permainan-1 lebih baik daripada Permainan-2 karena frequensi atau kekerapan trading lebih banyak, biarpun harapannya lebih kecil daripada Permainan-2.
Semoga dengan beberapa ilustrasi di atas kita menjadi lebih tahu faktor apa yang penting dalam membangun sistem trading. Untuk sementara cukup dulu sampai disini kang Bejo dan kang Slamet sudah boleh pulang kembali, tapi tolong duitnya ditinggal ya itu punya saya. Pulangnya jalan kaki aja biar sehat.
Kang Bejo “Tadi berangkatnya aku ngirit 2000 rupiah”
Kang Slamet “Kenapa kok gitu?”
Kang Bejo “Aku jalan ngikuti Ojek tadi!”
“Lain kali jalannya ngikuti taksi biar irit 30,000 rupiah”, sahut Kang Slamet
Besok kita menerapkan ilmu di atas untuk mengevaluasi 2 (dua) sistem trading yang berbeda.
Bejo Bejo Bejo Slamet Slamet Slamet……………………….